Mewujudkan anak didik yang benar sholat dan baca Al-Qur'an serta berakhlak mulia
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Hikmah. Tampilkan semua postingan
Meluruskan tentang Kisah Tsa'labah bin Haathib
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Ada sebuah hadits yang berbunyi:
وَيْحَكَ يَا ثَعْلَبَةُ، قَلِيْلٌ تُؤَدِّيْ شُكْرَهُ خَيْرٌ مِنْ كَثِيْرٍ لاَتُطِيْقُهُ. أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُوْنَ مِثْلَ نَبِيِّ اللهِ، فَوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ شِئْتُ أَنْ تَسِيْلَ مَعِيَ الْجِبَالُ فِضَّةً وَذَهَبًا لَسَالَتْ.
“Artinya : Celaka engkau wahai Tsa’labah! Sedikit yang engkau syukuri itu lebih baik dari harta banyak yang engkau tidak sanggup mensyukurinya. Apakah engkau tidak suka menjadi seperti Nabi Allah? Demi yang diriku di tangan-Nya, seandainya aku mau gunung-gunung mengalirkan perak dan emas, niscaya akan mengalir untukku”
Detik-Detik Terakhir Rasulullah

Duhai saudaraku...
Bacalah dan renungkanlah baik-baik kisah dibawah ini. Pasti engkau akan menangis tanpa terasa. Jadilah bagian dari orang-orang yang menangis akan kepergian Rasulullah SAW.
Dari Ibnu Mas'ud r. a., bahwasanya dia berkata: "Ketika ajal Rasulullah S.A.W sudah dekat, baginda mengumpulkan kami dirumah Siti Aisyah r. a. Kemudian baginda memandang kami sambil berlinang air matanya, lalu bersabda: Marhaban bikum, semoga Allah memanjangkan umur kamu semua, semoga Allah menyayangi, menolong dan memberikan petunjuk kepada kamu. Aku berwasiat kepada kamu, agar bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah sebagai pemberi peringatan untuk kamu. Janganlah kamu berlaku sombong terhadap Allah. "
Kisah Tukang Kebun

Suatu ketika ada seorang laki-laki yang berjalan di padang pasir, tiba-tiba ia mendengar suara dari langit, "Siramilah kebun milik si Fulan". Tiba-tiba, hujan pun turun dengan derasnya, menyirami kebun milik si Fulan yang disebutkan namanya oleh suara yang terdengar di langit.
Masih dalam perasaan heran, laki-laki musafir itu datang menghampiri seseorang yang dianggapnya sebagai pemilik kebun yang baru saja di guyur hujan. Laki-laki itu bertanya: "Wahai hamba Allah, siapa namamu?", laki-laki pemilik kebun itu menjawab: "Fulan" , ucap pemilik kebun seraya menyebut nama yang sama didengarnya dari langit.
Langganan:
Postingan (Atom)
